Cara Membuat WordPress

Saat ini membuat website bukan lagi perkara yang sulit.

Kita diuntungkan dengan perkembangan teknologi internet yang sangat pesat, sehingga banyak tersedia platform website yang bisa kita manfaatkan secara gratis dan mudah.

Apalagi saat ini memang kian banyak orang yang mencari informasi lewat internet. Pengguna internet Indonesia pun sudah semakin meningkat.

Hari gini mau cari handphone, googling. Mau cari baju dan sepatu baru, googling. Mau cari obat, googling. Mau cari motor bekas dan mobil second, googling juga.

Nah, jika Anda seorang pemasar, agen properti, sales mobil, pengusaha, pegiat network marketing, ataupun pebisnis online, maka memiliki website lama-lama akan menjadi kebutuhan sebagai sarana promosi online.

Untuk itu, kali ini saya akan membahas bagaimana cara membuat website menggunakan WordPress di WORDPRESS.COM.

Namun, sebelum kita membahas lebih lanjut, saya ingin meluruskan beberapa hal, supaya kita bisa satu pikiran.

Tetaplah menyimak…

Apa Itu WordPress?

WordPress adalah salah satu platfrom blog yang saat ini sudah mengalami banyak perkembangan sehingga bisa kita gunakan untuk membuat website untuk banyak keperluan, seperti website statis, website toko online, website profil bisnis, website properti, website kursus online, dan lain sebagainya. Jadi fungsi WordPress sudah tidak hanya sebatas blog.

Mengenai jenis WordPress itu sendiri, ada 2 versi, yaitu:

WordPress Instan (WordPress.com)
WordPress Instal (WordPress.org)
WordPress Instan bisa kita dapatkan dengan cara membuat akun di WordPress.com, sedangkan WordPress Instal bisa kita dapatkan dengan cara mengunduh di situs WordPress.org dan menginstalnya di hosting milik sendiri (self hosted).

Ulasan lebih lengkapnya bisa Anda baca di artikel tentang apa itu WordPress.

Bagi saya, WordPress sendiri merupakan salah satu aplikasi website yang menarik, dan memiliki beberapa manfaat dibanding jenis aplikasi website lainnya.

Jika Anda penasaran mengapa saya memilih WordPress, silahkan baca artikel ini:

Alasan membuat website menggunakan WordPress.
Biasanya saya menyarankan pada klien website dan peserta pelatihan website privat untuk membiasakan diri dengan tampilan admin WordPress, dengan cara membuat blog di WordPress.com, supaya nanti mudah mengelola website WordPress self hosted mereka secara mandiri.

Dan saya juga menyarankan pada Anda, terutama yang ingin terjun di bisnis online dan yang masih minim pengetahuan tentang website, yakni pelajarilah cara membuat website menggunakan WordPress dengan mendaftar di akun WordPress.com dan sering-sering berlatih menggunakannya.

Mengapa..? Karena layanan WordPress.com ini gratis. Sedangkan WordPress self hosted mensyaratkan Anda harus memiliki domain dan hosting sendiri, yang tentu ada biayanya. Coba klik link berikut ini untuk mengetahui harganya.

Beli domain murah: www.webhostmu.com/domain
Sewa hosting berkualitas: www.webhostmu.com/hosting
Omong-omong, sahabat saya Handoko Tantra sudah membuat panduan berupa modul kursus WordPress terlengkap khusus pemula dalam bentuk video berkualitas HD dengan audio yang jernih. Dan jangan khawatir, semua pakai bahasa Indonesia. Nah, bila Anda berminat, Anda bisa klik gambar di bawah ini (aff) :

Tutorial WordPress Pemula

Oke, masih bersama saya? Mari kita lanjut ke topik utama..

Cara Membuat WordPress Di WordPress.Com

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1). Klik link ini >> www.WordPress.com. Setelah terbuka, nanti akan muncul form seperti gambar dibawah ini.

cara membuat wordpress

Pilihlah nama blog Anda pada kolom tersebut, nantinya nama ini adalah alamat yang akan digunakan oleh orang lain untuk mengunjungi blog WordPress.com Anda. Jika sudah, lanjutkan dengan mengklik tombol “Buat Situs Web”.

Untuk informasi saja, nama blog ini hanya bisa digunakan oleh satu pengguna saja, sehingga jika ketika Anda sudah memasukkan nama blog tetapi WordPress menolaknya, dimungkinkan sudah ada pengguna yang menggunakan nama blog yang hendak Anda masukkan tadi. Untuk itu, cobalah nama lain dan cari yang sedikit unik, sehingga bisa diterima oleh pihak WordPress.
2). Setelah itu, akan muncul form seperti berikut. Isi kolom-kolom tersebut menggunakan informasi yang benar. Nantinya informasi seperti email, nama pengguna (username), dan password, akan selalu Anda gunakan ketika hendak masuk ke halaman panel kontrol blog WordPress milik Anda.

cara membuat wordpress

3). Pada kolom Alamat Surel (Email), pastikan Anda menggunakan alamat email yang aktif, dan sering Anda buka. Karena WordPress akan mengirimkan konfirmasi pendaftaran yang dikirimkan melalui email tersebut. Jika Anda belum punya email, mohon buatlah email terlebih dahulu. Bisa di Yahoo, Google, atau yang lain.

4). Pada kolom Nama Pengguna (Username), pilih nama pengguna yang Anda sukai. Mohon untuk diingat baik-baik, jangan sampai lupa, karena nama pengguna ini sifatnya eksklusif dan hanya bisa digunakan oleh satu pengguna saja. Jika username pilihan Anda ditolak, cari nama lain hingga diterima.

5). Pada kolom Kata Sandi atau password, buatlah kata yang sedikit unik, yang kira-kira Anda selalu ingat, namun tidak mudah ditebak oleh orang lain.

6). Nah, jika nama blog yang Anda masukkan tadi tersedia dan bisa diterima oleh WordPress, maka pada kolom Alamat Blog ini akan tertera nama blog pilihan Anda dengan ditandai tanda centang berwarna hijau. Namun jika nama pilihan Anda sudah dipakai oleh pengguna lain, maka akan muncul tanda centang berwarna merah.

7). Jika pengisian informasi pada kolom-kolom di atas sudah selesai, scroll ke bawah mouse pointer Anda, sehingga di tampilan layar laptop / PC Anda terlihat tabel seperti berikut.

cara membuat wordpress

Klik tombol “Buat Blog” yang saya tandai dengan panah merah, karena kita akan membuat versi blog WordPress yang gratisan. dan WordPress akan mengirimkan email konfirmasi berkaitan dengan akun yang baru saja Anda daftarkan.

8). Nah, sekarang saatnya Anda melakukan penyesuaian terhadap blog yang hendak Anda pakai. Kurang lebih ada 4 langkah yang bisa Anda ikuti, silahakan klik pada gambar:

// SESUAIKAN JUDUL BLOG
cara membuat wordpress

// PILIH TEMA BLOG
cara memilih themes

// SESUAIKAN TEMA YANG SUDAH DIPILIH
cara setting themes wordpress

// HUBUNGKAN DENGAN SOCIAL MEDIA
4. Hubungkan dengan social media

TIPS:
Langkah-langkah di atas merupakan opsional / tidak wajib, sehingga Anda bisa mengaturnya kembali nanti. Klik tombol “Langkah Berikutnya” untuk mempercepat proses. Jika sudah selesai, nanti Anda akan dibawah ke halaman admin panel blog, dan pastikan Anda melihat notifikasi seperti berikut:

cara membuat wordpress

9). Sekarang buka email yang tadi Anda gunakan untuk registrasi di WordPress.com. Klik link aktivasi di email Anda. Jika Anda tidak menemukan email dari WordPress, coba cari di folder spam atau bulk email. Ini contoh email yang dikirimkan oleh WordPress.

cara membuat wordpress

10). Nah, apabila akun Anda sudah aktif, maka akan muncul pesan seperti dibawah ini.

cara membuat wordpress

(Itu adalah contoh halaman panel blog WordPress milik saya, dengan nama: jasawebukm.wordpress.com)

Ya, kurang lebih begitulah cara membuat website WordPress di WordPress.com secara singkat. Semoga Anda memahami..

Universitas Muhammadiyah Malang

http://www.umm.ac.id/id/pages/sejarah-singkat-umm.htmlUniversitas

Muhammadiyah Malang (UMM) berdiri pada tahun 1964, atas prakarsa tokoh-tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Malang. Pada awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang merupakan cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan Akte Notaris R. Sihojo Wongsowidjojo di Jakarta No. 71 tang-gal 19 Juni 1963.

Pada waktu itu, Universitas Muhammadiyah Malang mempunyai 3 (tiga) fakultas, yaitu (1) Fakultas Ekonomi, (2) Fakultas Hukum, dan (3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Pendidikan Agama. Ketiga fakultas ini mendapat status Terdaftar dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi pada tahun 1966 dengan Surat Keputusan Nomor 68/B-Swt/p/1966 tertanggal 30 Desember 1966.
Pada tanggal 1 Juli 1968 Universitas Muhammadiyah Malang resmi menjadi universitas yang berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta), yang penyelenggaraannya berada di tangan Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Malang, dengan Akte Notaris R. Sudiono, No. 2 tertanggal 1 Juli 1968. Pada perkembangan berikutnya akte ini kemudian diperbaharui dengan Akte Notaris G. Kamarudzaman No. 7 Tanggal 6 Juni 1975, dan diperbaharui lagi dengan Akte Notaris Kumalasari, S.H. No. 026 tanggal 24 November 1988 dan didaftar pada Pengadilan Malang Negeri No. 88/PP/YYS/ XI/ 1988 tanggal 28 November 1988.
Pada tahun 1968, Universitas Muhammadiyah Malang menambah fakultas baru, yaitu Fakultas Kesejahteraan Sosial yang merupakan fi‘lial dari Fakultas Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dengan demikian, pada saat itu Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki empat fakultas. Selain itu, FKIP Jurusan Pendidikan Agama mendaftarkan diri sebagai Fakultas Agama yang berada dalam naungan Departemen Agama dengan nama Fakultas Tarbiyah.

Pada tahun 1970 Fakultas Tarbiyah ini mendapatkan status yang sama dengan Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (IAIN), dengan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 50 Tahun 1970. Pada tahun ini pula Fakultas Kesejahteraan Sosial mengubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Sosial dengan Jurusan Kesejahteraan Sosial. Kemudian pada tahun 1975 Fakultas ini resmi berdiri sendiri (terpisah dari Universitas Muhammadiyah Jakarta) dengan Surat Keputusan Terdaftar Nomor 022 A/1/1975 tanggal 16 April 1975.

Fakultas yang kemudian ditambahkan adalah Fakultas Teknik, yaitu pada tahun 1977. Pada tahun 1980 dibuka pula Fakultas Pertanian, kemudian menyusul Fakultas Peternakan. Antara tahun 1983 sampai dengan 1993, ditambahkan jurusan-jurusan baru dan ditingkatkan status jurusan-jurusan yang suudah ada. Yang terakhir, pada tahun 1993 Universitas Muhammadiyah Malang membuka ProgramPascasarjana Program Studi Magister Manajemen dan Magister Sosiologi Pedesaan
.
Sampai tahun akademik 1994/1995 ini, Universitas Muhammadiyah Malang telah memiliki 9 fakultas dan 25 jurusan/program studi tingkat strata Si, dua program studi strata-S2, dan satu akademi /strata-D3 Keperawatan.

Pada rentang tiga puluh tahun perjalanan UMM ini (1964- 1994), perkembangan yang paling berarti dimulai pada tahun 1983-an. Sejak saat itu dan seterusnya UMM mencatat perkembangan yang sangat mengesankan, balk dalam bidang peningkatan status Jurusan, dalam pembenahan administrasi, penambahan sarana dan fasilitas kampus, maupun penambahan dan peningkatan kualitas tenaga pengelolanya (administrasi dan akademik).  Tahun 2009, UMM menggabungkan Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan-Perikanan menjadi Fakultas Pertanian dan Peternakan agar sesuai dengan konsorsium Ilmu-ilmu Pertanian.

Dalam bidang sarana fisik dan fasilitas akademik, kini telah tersedia tiga buah kampus: Kampus I di Jalan Bandung No. 1,Kampus II di Jalan Bendungan Sutami No. 188a, dan Kampus III (Kampus Terpadu) di Jalan Raya Tlogo Mas. Dalam bidang peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga akademik, telah dilakukan (1) rekruitmen dosen-dosen muda yang berasal dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di pulau Jawa, (2) Peningkatan kualitas para dosen dengan mengirim mereka untuk studi lanjut (S2 dan S3) di dalam maupun di luar negeri.

Berkat perjuangan yang tidak mengenal berhenti ini, maka kini Universitas Muhammadiyah Malang sudah menjelma ke arah perguruan tinggi alternatif. Hal ini sudah diakui pula oleh Koordinator Kopertis Wilayah VII  yang pada pidato resminya pada wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Malang tanggal 11 Juli 1992, mengemukakan bahwa UMM tergolong perguruan tinggi yang besar dan berprospek untuk menjadi perguruan tinggi masa depan.

Dengan kondisi yang terus ditingkatkan, kini Universitas Muhammadiyah Malang dengan bangga tetapi rendah hati siap menyongsong masa depan, untuk ikut serta dalam tugas bersama “mencerdaskan kehidupan bangsa” dan “membangun manusia Indonesia seutuhnya” dalam menuju menjadi bangsa Indonesia yang bermartabat dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
1473056224513download-21

Bojonegoro

Kabupaten Bojonegoro adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Bojonegoro. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Tuban di utara, Kabupaten Lamongan di timur, Kabupaten Nganjuk,Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi di selatan, serta Kabupaten Blora (Jawa Tengah) di barat. Bagian barat Bojonegoro (perbatasan dengan Jawa Tengah) merupakan bagian dari Blok Cepu, salah satu sumber deposit minyak bumi terbesar di Indonesia.

Masa kehidupan sejarah Indonesia Kuno ditandai oleh pengaruh kuat kebudayaan Hindu yang datang dari India sejak Abad I. Hingga abad ke-16, Bojonegoro termasuk wilayah kekuasaan Majapahit. Seiring dengan berdirinya Kesultanan Demakpada abad ke-16, Bojonegoro menjadi wilayah Kerajaan Demak. Dengan berkembangnya budaya baru yaitu Islam, pengaruh budaya Hindu terdesak dan terjadilah pergeseran nilai dan tata masyarakat dari nilai lama Hindu ke nilai baru Islam dengan disertai perang dalam upaya merebut kekuasaan Majapahit (wilwatikta). Peralihan kekuasaan yang disertai pergolakan membawa Bojonegoro masuk dalam wilayah Kerajaan Pajang (1586), dan kemudian Mataram (1587).

Pada tanggal 20 Oktober 1677, status Jipang yang sebelumnya adalah kadipaten diubah menjadi kabupaten dengan Wedana Bupati Mancanegara Wetan, Mas Tumapel yang juga merangkap sebagai Bupati I yang berkedudukan di Jipang. Tanggal ini hingga sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Bojonegoro. Tahun 1725, ketika Pakubuwono II (Kasunanan Surakarta) naik tahta, pusat pemerintahan Kabupaten Jipang dipindahkan dari Jipang ke Rajekwesi, sekitar 10 km sebelah selatan kota Bojonegoro sekarang.

Bengawan Solo mengalir dari selatan, menjadi batas alam dari Provinsi Jawa Tengah, kemudian mengalir ke arah timur, di sepanjang wilayah utara Kabupaten Bojonegoro. Bagian utara merupakan Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo yang cukup subur dengan pertanian yang ekstensif. Kawasan pertanian umumnya ditanami padi pada musim penghujan, dan tembakau pada musim kemarau. Bagian selatan adalah pegunungan kapur, bagian dari rangkaian Pegunungan Kendeng. Bagian barat laut (berbatasan dengan Jawa Tengah) adalah bagian dari rangkaian Pegunungan Kapur Utara.

Kota Bojonegoro terletak di jalur Surabaya-Cepu-Semarang. Kota ini juga dilintasi jalur kereta api jalur Surabaya-Semarang-Jakarta.

Kabupaten Bojonegoro terdiri atas 28 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 419 desa dan 11 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Bojonegoro

https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Bojonegoro

download-19 download-20

Ledre

LEDRE adalah makanan khas Bojonegoro – Jawa Timur.
Namun ada yang tau LEDRE (Ledre Super Bojonegoro) gak nih???

Ledre adalah jenis makanan ringan / camilan khas Bojonegoro. Makanan ini dibentuk dengan cara digapit atau digulung bahasa jonegoronya “diluntung” seperti keripik emping dengan aroma pisang yang manis.
Penganan berupa kue ringan ini berbentuk gulungan seperti kue stick roll, astor atau kue semprong . Panjang Ledre sekitar 20 cm dan diameter 1,5 cm atau Lebih kecil ukurannya dari kue semprong. Beratnya cukup ringan dengan warna coklat muda yang menggoda. Rasanya cukup manis dengan cita rasa dan aroma pisang.
Yang menyenangkan adalah rasa dari pisangnya. Ini adalah makanan ringan khusus dari Bojonegoro yang terbuat dari gula, tepung, dan pisang, lalu digulung, sehingga tampak seperti tongkat. Ledre dengan rasa pisang telah menjadi snack favorit dari sebagian besar pengunjung. Banyak juga pengunjung yang bertanya tentang ; ledre khas bojonegoro, ledre pisang bojonegoro, resep ledre bojonegoro, ledre super bojonegoro dan ledre makanan khas bojonegoro.
Makanan / snack yang menjadi daya tarik sendiri bagi pengunjung yang datang ke Bojonegoro sehinga Ledre menjadi Oleh-oleh Bojonegoro yang paling sering dicari wisatawan.http://ledrepisang.blogspot.co.id/2016/01/ledre-super-bojonegoro.html
download-17 download-18

Musik Oklik

Oklik merupakan salah satu seni musik khas bojonegoro yang berasal dari bambu yang dibunyikan dengan irama teratur sehingga membangun musik kreatif berunsur akustik dengan suara enak didengar.Oklik sendiri pada awalnya berasal dari desa subantoro.

SEJARAH

sejarah oklik di mulai pada zaman kerajaan, dari bencana yang melanda sebuah daerah dan daerah tersebut kini dikenal dengan Bojonegoro.Pada zaman Majapahit. Bencana tersebut berupa “Pageblug”. Pageblug sendiri sebenarnya adalah sebuah bencana  penyakit. Dan biasanya menyerang dengan , misalnya pagi sakit dan sorenya meninggal. Pada saat itu semua masyarakat daerah setempat tidak mengetahui apa penyebab pasti dari penyakit tersebut dan mereka juga tidak mengetahui obat apa yang bisa menyembuhkan penyakit tersebut.Sampai pada akhirnya para resi, sesepuh desa dan seluruh warga berkumpul dan berdoa sampai mendapatkan sebuah wisik atau bisiskan (jawaban). Setelah itu woro-woro (memberikan pengumuman) kepada seluruh warga untukmengambil bamboo satu ros dan kemudian di pukul mengelilingi desa, membersihkan gerumbul, ilinono banyu mampet (mengalirkan air), nanduro temu ireng, temu lawak( bertanam tanaman temu ireng, temu lawak) atau sekarang lebih di kenal dengan sebutan tanaman toga, dan yang terakhir membangun cangkruk atau gerdu. Sehingga hasil dampak positif dari pengumuman atau woro-woro tersebut seluruh penyakit hilang. Karena pada setiap woro-woro atau pengumuman tersebut memiliki tujuan masing –masing seperti membersihkan gerumbul yaitu dengan membersihkan berbagai kotoran yang berada di lingkungan rumah dan lingkungan sekitar seluruh penyakit akan hilang dengan segera, ilinono banyu mampet (mengaliri air) yaitu dengan memperbaiki saluran air yang tidak dapat mengalir juga dapat membantu mengatasi penyakit karena air juga memiliki fungsi untuk membantu membasmi penyakit, nnaduro temu ireng, temu lawak (bertanam tanaman temu ireng, temu lawak) yaitu dengan menanam berbagai tanaman obat-obatan dapat membantu masyarakat dengan mudah untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan membangun cangkruk atau gerdu yaitu di gunakan sebagai alat komunikasi oleh masyarakat setempat ketika berada di cangk, komunikasinya di lakukan dengan memainkan bamboo tersebut secara bersautan anatara cangkruk yang satu dengan cangkruk yang lain dengan tujuan untuk menanyai orang-orang yang keluar masuk desa untuk menghindari adanya maling.Pada saat itu juga banyak masyarakat nakal yang memanfaatkan keadaan tersebut dengan mencuri , duratmaka (maling).

            Pola irama pada oklik berasal dari memainkan oklik ketika berada pada cakruk. Pola irama terdiri atas 4 yaitu terdapat cara memukul dengan arang-arang, cara memukul dengan kerep, cara memukul dengan di gedoki, cara memukul dengan klur. Sehingga dari cara memainkan yang berbeda-beda tersebut teimbulah sebutan oklik yaitu berasal dari “klik klok klik klik klok klik”.Sehingga pola irama 4 tersebut di sebut kinthel arang, kinthel kerep , gedog,dan klur.Dan setiap bagian mempunyai fungsi berbeda meskipun instrumennya sama.Hal itulah yang mmebuat kesenian music oklik berbeda dengan kesenian music yang berasal dari daerah lain. Sedangkan nyanyian yang di sampaikan dengan alat music oklik tersebut bertemakan sesuai dengan woro-woro atau lebih tepatnya berkaitan dengan lingkungan hidup. Didalam oklik juga menyajikan drama dan tari. Sehingga pada saat itu oklik berkembang di wilayah Bojonegoro dan di wilayah luar Bojonegoro. Lambat laun kesenian tersebut mendapat pengaruh dari budaya luar seperti muncullah gitar, drum. Drum bisa juga di sebut sebagai oklik inggris. Perbedaan antara drum dengan oklik adalah jumlah pemainnya drum bisa di mainkan hanya oleh satu orang sedangkan oklik bisa dimainkan oleh empat orang sehingga hal itu juga mencerminkan tentang karakter bangsa Indonesia. Kesenian bangsa Indonesia lebih mengarah pada kebersamaan atau gotong royong

Kesenian oklik sendiri sudah dikenal oleh masyarakat luas , bahkan sudah di kenal oleh nasional.Oklik sendiri sudah pernah di bawa ke Jakarta tepatnya di TMII dalam acara pemberdaayaan kesenian tradisi, di Jawa Timur, Makassar tepatnya pada acara Makassar forum pada tahun 1999 dalam acara tersebut di hadiri oleh seluruh dunia (internasional) dalam acara tersebut Bojonegoro mewakili Jawa Timur.

http://wongjonegoro.blogspot.co.id/2015/10/oklik-bojonegoro.html

download-16

Kesenian Sandur

SEJARAH

Sandur adalah salah satu jenis kesenian rakyat tradisional yang berkembang di  masyarakat bojonegoro,jawa timur khususnya daerah ledok kulon. Sandur sudah ada sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada masa kerajaan majapahit. Sandur menurut masyarakat zaman dahulu merupakan permainan anak-anak yang mengembala. Sumber lain juga mengatakan bahwa kata sandur berasal dari singkatan kata beksan yang berarti tarian dan mundur yaitu mundur sehingga dapat diartikan sebagai tarian yang di lakukan dengan cara mundur selain itu, sandur berasal dari kata ikhsan yang berarti sesudah dan dur yang berasal dari kata tandur yang berarti menanam.Sehingga isi cerita bertemakan tentang aktifitas pertanian yang dimulai dari mencari lahan pertanian , membajak ladang atau sawah, menanam, dan akhirnya memanen hasil pertanian. Tanaman yang biasa di tanam berupa tembakau, padi dan masih banyak lagi.

PEMAIN

            Prosesi sandur di bagi menjadi tiga bagian yaitu bagian pembuka, bagian cerita atau isi, dan bagian penutup. Bagian pembuka terdiri dari tembang pembuka, berias, tari jaranan, dan nggundhisi.Cerita ini di perankan oleh 5 tokoh ,yaituPethak,Cawik, Barong. Tangsil dan Germo serta Tarian Jaranan yang di lakukan secara khusus oleh tukang jaran dengan iringan tembang para panjak hore.Bagian penutup ditandai dengan adegan atraksi kalongkeng.Sandur yang bertemakan tentang pertanian menceritakan bahwa tokoh pethak yang sedang mencari pekerjaan kepada Germo yang bertugas mencari tanah, namun Germo tidak dapat memenuhi, kemudian menyarankan pada pethak untuk meminta pekerjaan kepada tangsil. Tetapi germo tidak dapat memenuhi, kemudian menyarankan pethak bertemu balong kemudian di ajak mencari tanah. Tanah itu di garap melalui proses mencangkul, menananm sampai pada akhirnya memanen. Setelah panen selesai di garap masyarakat merayakannya dengan mengadakan hiburan berupa sindiran yang di perankan oleh cawik. Selain itu, sumber lain juga mengatakan bahwa pertunjukan sandur di mulai oleh panjak ore dengan menyanyikan tembang pembuka yang di pimpin oleh germo. Tembang yang dinyanyikan antara lain, Bismillah, ilir gantu, aja hara biru kemudian tulak kala. Apabila langit mendung dan di mungkinkan hujan akan turun, dinyanyikan tembang mendung sepayung. Setelah tembang-tembang tersebut dinyanyikan, biasanya salah satu tukang njaransegera ada yang ndadi(menjadi-jadi) dan dimulailah tari jaranan. Jika belum ada yang ndadi kemudian di nyanyikan tembang sulur pandan. Adegan tari jaranan di kala pertunjukan ini bertugas untuk mengantar para pemeran untuk berias di suatu tempat, biasanya di rumah penaggap pertunjukan sandur. Adegan tersebut di iringi dengan tembang kembang luntas. Pada adegan ini para pemeran di jemput oleh perias yang membawa sebuah obor. Para pemeran keluar dengan dipimpin perias. Jaranan mengikutinya hingga keluar dari arena pula. Adegan jaranan disesuaikan dengan tembang iringannya, yakni mbesa (menari) dengan iringan tembang, kembang le li le lo gempol, mubeng blabar ( mengitari arena pertunjukan) dengan iringan tembang kembang johar, njaluk ngombe(minta minum) diiringi dengan tembang kembang jambe, njaluk leren (minta berhenti), dengan iringan kembang duren, dan proses penyadarannya diiringi tembang kembang jambu yang  menggambarkan jaranan minta tidur. Ngideri atau mubeng blabarbertujuan untuk mengamankan blabar janur kuning dari desakan para penonton yang dapat merusak blabar. Bagian ini jaranan mengitari blabar dari sisi luar. Adegan ini hanya dilakukan pada awal pertunjukkan. Tari jaranan dilakukan pada bagian cerita atau saat pada sajian drama, sedangkan adegan mubeng blabar dilakukan di dalam arena blabar janur kuning. Tari jaranan berakhir dengan ditandai tukang jaranan sadar. Tembang-tembang yang dilantungkan selanjutnya adalah tembang-tembang yang menggambarkan  kegiatan para penari berias, antara lain tembang kembang gambas menggambarkan para pemeran mulai berias, tembang pitik lancur menggambarkan saat memakai bedak, tembang kembang kawis menggambarkan saat membuat alis, tembangkembang laos menggambarkan saat membuat kumis, tembang pitik lurik menggambarkan saat kain jarit, tembang jaran dhawukmenggambarkan saat memakai sabuk (ikat pinggang), tembang kembang semboja menggambarkan saat memakai konca, dan tembang kembang terong menggambarkan para pemain memakai irah-irahan, setelah tembang-tembang tersebut dinyanyikan, biasanya para pemeran sudah siap untuk kembali ke arena pertunjukkan. Sekembalinya pemeran ke arena pertunjukkan diiiringi oleh tembang kembang otok. Para pemeran memasuki arena dengan dikerudungi dan diantar oleh perias dengan membawa obor, kemudian obor tersebut diserahkan kepada germo. Kemudian adegan berikutnya, para pemeran dipimpin oleh germo mengelilingiblabar janur kuning dengan iringan tembang surak hore. Mereka mengelilingi blabar tanpa menari, hingga sampai ke tempat semula, yakni di sisi utara menghadap ke timur. Adegan selanjutnya adalah germo nggundhisi. Germo menceritakan proses turunnya 44 bidadari ke bumi. Bidadari-bidadari tersebut merasuk ke tubuh tokoh-tokoh dalam pertunjukkan sandur, antara lain : bidadari bernama Dewi Wiluotomo merasuki ke tubuh pethak, Dewi Drustonolo ke tubuh tokoh Balong, Gagar Mayang ke tubuh Tangsil, Dewi Suprobo ke tubuh tokoh Cawik,  dan Irim-irim pada Germo, Panjak Ore, Panjak Kendhang, Panjak Gong, Kalongking, Tukang Njaran, dan lain sebagainya. Nggundhisi ini dikahiri dengan sebuah kode untuk meminta gending atau tembang yang harus dilantunkan seperti dalang memintai gending pada akhir janturan.

            Pada zaman dahulu dalam pementasan Sandur sangat erat dengan kekuatan magis. Namun, pada saat ini kekuatan magis sudah tidak digunakan lagi, sehingga murni dilakukan oleh manusia. Kekuatan magis ini bisa dilihat ketika para pemain menyanyikan Tolak Ala, “ Aja Haru Biru, Anak Adam Gawe Dolanan” yang bertujuan untuk meminta ijin agar tidak diganggu oleh para jin, selain itu, seperti halnya orang yang biasanya tidak bisa menari, bisa menari dengan mahir (kerasukan jin). Dalam pertunjukkan sandur pada zaman dahulu juga ditampilkan dewa-dewi yang turun dari khayangan, salah satu diantaranya adalah Dewa Surya yang dikenal sebagai Dewa Matahari dan Dewi Sri yang dikenal sebagai Dewi Padi sehingga sangat erat sekali dengan cerita Sandur yang bertemakan pertanian. Selain itu, dalam perjalanan perkembangan sandur, terdapat banyak sekali rintangan, salah satu alasannya karena Sandur sangat erat kaitannya pada pengaruh Hindu sehingga banyak sekali kecaman dari para warga yang sudah menganut agama Islam pada saat itu. Ketika para wali datang dengan membawa ajaran agama Islam, akhirnya salah satu lirik lagu yang dinyanyikan, seperti nyanyian yang asli mengundang dewa “Dewa Widodari tumuruna ing Arca pada” dan “Alahyake Ya Rasulilah” (zaman dahulu), namun sekarang sudah diganti menjadi “Laillahaillalah Ya Rasulilah” karena sudah terpengaruh dengan agama Islam. Serta dibuktikan dengan nama Nabi Adam dan Nabi Muhammad SAW disebutkan dalam lirik lagu sandur “Aja Haru Biru, Anak Adam Gawe Dolanan” dan “Laillahaillalah Ya Rasulilah”.

PRESTASI

Secara nasional Sandur sudah dikenal, Pada eranya Pak Sukadi sudah dikenal di Jawa Timur (Surabaya, Malang, Ponorogo) dan ke kalianyar untuk mewakili Bojonegoro untuk mengikuti festival kesenian tradisi pada tahun 1991. Pada saat eranya Pak Masnun pernah ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta untuk mengikuti festival kesenian tradisi sehingga hal itu membuat sandur sudah di kenal oleh nasional. Karena bermula pada akhir tahun 80-an dan awal tahun 90-an, kesenian Sandur mulai diangkat lagi pasca tragedi tahun 65 hingga sekarang ini. Dibawah binaan Alm. Pak Masnoen, Sandur dikenalkan oeh Sandur “Kembang Desa”, Kelurahan Ledok Kulon, dan Lorong Putih dari SMAN 1 Bojonegoro. Serta anak didik dari Pak Masnoen yaitu Mukarom yang kini membina teater di SMPN 1 Bojonegoro “Putih Biru”, SD Muhamadiyah 2, SMAN 4 Bojonegoro “Raras Bojonegoro”, dan Sandur anak ngangkatan, desa Mulyoagung. Moch Mustakim yang membina kelompok Sandur SDN Panjunan II, adapula Moch. Surono membina teater SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro. Dan tak ketinggalan sebuah lembaga pengembangan dan pemberdayaan seni di kabupaten Bojonegoro, yang dikenal dengan Sayap Jendela yang berlokasi di Jl Kapten Ramli RT 02/ RW 04 Ledok Kulon, Bojonegoro yang ikut serta dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan sandur hingga saat ini.

Sebagai generasi muda apalagi ABA (Anak Bojonegoro Asli) sebaiknya kita terus melestarikan dan mengembangkan kebudayaan ini. Sandur adalah harta kita, kekayaan kita yang perlu dirawat dan dikenalkan ke luar sana, bahwa inilah identitas kita. Jangan sampai, kita melupakannya. Apalagi kalau sudah di pantenkan oleh Negara lain sebagai kebudayaannya, kita baru marah-marah dan mempedulikannya, itu semua adalah hal yang keliru. Maka dari itu kita wajib menjaga dan melestarikannya dari sekarang. DARI SEKARANG !!!!!

Sumber :

Kepustakaan : www.portalgaruda.org/ membacasandurbojonegoro

Narasumber : Jagad Pramudjito, 57 tahun, seniman sandur, Bojonegorodownload-14

Wayang Thengul

Wayang Thengul adalah kesenan wayang tradisional yang khas dari Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Wayang yang digunakan pada Wayang Thengul ini terbuat dari kayu berbentuk tiga dimensi sehingga hampir mirip dengan Wayang golek,namun yang membedakan adalah bentuk karakter dan cerita yang dibawakannya. Wayang Thengul ini merupakan salah satu warisan tradisi yang sangat terkenal di Bojonegoro dan menjadi salah satu icon kota disana.

Sejarah dari Wayang Thengul ini masih terbilang samar – samar. Namun dari sumber sejarah yang ada, Wayang Thengul ini diciptakan oleh Sumijan sekitar tahun 1930an. Pada awalnya Wayang Thengul ini digunakan untuk mengamen dari satu desa ke desa lain. Seiring dengan perkembangannya Wayang Thengul ini mulai dikenal oleh masyarakat dan mulai berkembang menjadi hiburan untuk masyarakat dengan sering ditampilkan di berbagai acara sepertihajatan, nikahan dan bersih desa.

Wayang Thengul ini hampir mirip dengan Wayang golek yang ada di Indonesia. Namun perbedaan yang jelas terlihat adalah pada cerita yang diangkat dan karakter tokoh yang ditampilkan. Apabila pada wayang golek lebih banyak yang mengangkat cerita Carangan atau cerita Wayang purwa seperti Mahabarata dan Ramayana, namun berbeda dengan Wayang Thengul yang banyak mengangkat cerita rakyat seperti cerita Wayang gedhog (cerita kerajaan majapahit) dan Wayang menak (cerita panji serta cerita para wali). Selain itu ada juga yang menceritakan cerita Serat Damarwulan.

Untuk bentuk karakter wayang biasanya disesuaikan dengan cerita yang diangkat dan setiap tokoh memiliki ciri khas atau karakter tersendiri. Selain bentuk karakter tokoh, suara setiap tokoh pun berbeda – beda. Sama dengan wayang lainnya, kemampuan Dalang dalam memainkan cerita dan suara wayang merupakan unsur terpenting dalam suatu pertunjukan wayang. Karena pada umumnya dari situlah ukuran kualitas dan kemampuan dalang. Dalam pertunjukannya, Wayang Thengul ini juga diiringi oleh Sinden dan iringan music gamelan jawadengan laras slendro yang menjadi ciri khas gamelan Jawa Timur.

Dalam perkembangannya, popularitas Wayang Thengul mulai menurun popularitasnya. Namun di Bojonegoro, Wayang Thengul ini masih dilestarikan keberadaannya oleh paraDalang yang masih ada. Wayang Thengul ini juga masih sering di tampilkan pada acara seperti ruwat, hajatan, nadzar dan lain – lainnya. Namun usaha tersebut tentu masih dianggap kurang, perhatian pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional satu ini.

thengul-bojonegoroimg_20131210_172640http://www.negerikuindonesia.com/2015/08/wayang-thengul-kesenian-tradisional.html

Tradisi Manganan

Adat kebudayaan yang beraneka ragam di Indonesia khusunya yang ada di kabupaten Bojonegoro memang sangat beragam, diantara ragam tradisi itu masih ada  tradisi atau adat kebudayaan yang masih lestari di desa atau perkampungan, apalagi di daerah desa yang ikatan tradisi dan adat nya masih kental. Tradisi sedekah bumi (manganan) atau ada juga yang menyebutnya dengan nyadran yang pelaksanaannya di setiap desa berbeda, ada desa yang menyelenggarakan manganan dengan corak nenek moyang yang dahulu menganut kepercayaan Animisme dan Dinamisme ada juga yang menyelenggarakan dengan corak Islami atau dengan hasil akulturasi antara kebudayaan nenek moyang dengan ajaran Islam, manganan yang dilaksanakan dengan corak asli dilakukan dengan menggunakan sesaji sedangkan manganan yang dilakukan dengan cara Islami biasanya disisipi pengajian. Dalam artikel ini akan dibahas bagaimana sedekah bumi (manganan) sebagai tradisi peninggalan nenek moyang di tengah-tengah keadaan masyarakat modern nan kritis ini dan juga bagaimana perkembangan tradisi sedekah bumi (manganan) sebagai tradisi yang masih melekat di masyarakat Bojonegoro ini.

Sejarah tradisi manganan ini berasal dari generasi terdahulu, khususnya masyarakat petani yang bersyukur atas hasil panen. Ciri khas perayaan manganan adalah umumnya diadakan di tempat yang dianggap keramat. Tujuan dari pelaksanaan tradisi manganan adalah mengucapkan syukur atas karunia Tuhan dari hasil panen, memohon agar desanya terhindar dari bencana dan penyakit dan memohon agar panen selanjutnya melimpah. Tetapi karena saat ini mayoritas masyarakat menganut agama Islam yang melarang menyembah tuhan selain Allah S.W.T, jadi sekarang tradisi manganan disisipi panjatan do’a kepada Allah S.W.T, karena diyakini bahwa nenek moyang dulu masih menganut Animisme dan Dinamisme. Tetapi kebanyakan desa di Bojonegoro masih menyelenggarakan manganan seperti yang nenek moyang dahulu yaitu dengan mengucap mantra-mantra dan memberi sesaji. Masyarakat desa berdalih karena untuk melestarikan tradisi persis dengan nenek moyang terdahulu agar tradisi tersebut tidak luntur. Hal itulah yang membuat banyak orang, khususnya orang yang paham dengan ilmu agama meragukan tradisi manganan sebagai tradisi yang masih harus dilestarikan khususnya di daerah Bojonegoro ini, karena tentu saja hal tersebut bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan bahwa hanya Allah S.W.T sebagai tuhan yang patut disembah tetapi melakukan manganan dengan menggunakan sesaji yang ditaruh di tempat keramat sama saja mempersekutukan Allah.

Penyelenggaraan manganan di suatu desa berbeda dengan desa yang lain meskipun dengan tujuan yang sama, sebagai contoh : manganan di desa A dilakukan di tempat yang dianggap keramat atau memiliki kekuatan magis seperti kuburan, sumur tua, sendang, pohon tua, dll dengan menaruh sesaji yang diletakkan di tempat tersebut lalu ada tokoh desa yang memimpin ritual biasanya dengan mengucap mantra dalam bahasa daerah yang bermakna memohon keselamatan desa dan keberkahan bagi desa, setelah itu akan diadakan pagelaran wayang atau pementasan tari tayub, sedangkan pelaksanaan manganan di desa B dilakukan di musholla atau masjid, di tengah-tengah ritual manganan di desa ini masyarakat membaca doa-doa syukur kepada Allah. Dengan ilustrasi sederhana tersebut, dapat dilihat perbedaan dalam pelaksanaan tradisi manganan ini walaupun sebenarnya kedua masyarakat desa itu memiliki kesamaan budaya, kepercayaan dan berada dalam satu daerah, lalu apakah yang menyebabkan perbedaan tata pelaksanaan ritual manganan ?. Jika diselidiki dari tradisi manganan di masa lampau dan perkembangannya, sebenarnya peran wali songo yang menyebabkan perbedaan pelaksaan tradisi manganan, wali songo menyebarkan agama Islam dengan mencampurkan tradisi yang sudah ada atau peninggalan agama Hindu dengan dicampur unsur Islami seperti sholawat dan doa-doa lainnya.

Adat kebudayaan adalah cerminan identitas suatu daerah atau wilayah, pernyataan tersebut mengatakan secara tidak langsung bahwa apapun adat atau tradisi yang ada di daerah tersebut mencerminkan bagaimana keadaan atau sifat daerah itu. Hal itu berarti manganan sebagai salah satu budaya yang sampai saat ini masih dilestarikan adalah cerminan identitas kabupaten Bojonegoro. Mengingat fakta bahwa kebanyakan manganan dilaksanakan dengan cara non-Islami atau lebih condong ke arah Animisme seperti nenek moyang dahulu, apakah berarti identitas kabupaten Bojonegoro adalah kabupaten dengan kepahaman agama yang kurang ?. Tentunya sebagai warga Bojonegoro saya akan menyangkal kenyataan itu, tetapi tentunya kita tak mengubah sebuah tradisi yang telah mengakar kuat di masyarakat, apalagi hal ini bersangkutan dengan sistem kepercayaan.

Dengan mengabaikan sejenak pertanyaan pantas tidaknya tradisi manganan menjadi identitas kabupaten Bojonegoro, kita dapat menilik sisi positif dengan adanya tradisi manganan ini maupun itu dari nilai filosofis yaitu menghargai lingkungan. Hal itu sesuai dengan pendapat Eric R. Wolf tentang ketakutan petani terhadap kerusakan pada tanaman yang tengah digarapnya karena akan menimbulkan kerugian sehingga dengan adanya manganan ini, mereka mewujudkan rasa syukur atas hasil yang dipetik dari buah jerih payah para petani dengan adanya tradisi manganan yang menyatakan bahwa pandangan manusia terhadap alam disekitarnya diwujudkan dengan mereka berusaha bagaimana caranya agar alam yang memberinya penghidupan tersebut tidak rusak dan punah dimakan oleh bencana. Sehingga antara manusia dengan lingkungan terjadi ikatan emosional timbul oleh karena tindakan yang tersebut. Lalu dari nilai religius yaitu selalu bersyukur atas berkah yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa, selanjutnya yaitu nilai sosial atau kemasyarakatan yaitu memupuk kebersamaan dan semangat gotong royong dengan adanya manganan semua warga desa turut hadir, bertemu dari yang semula belum mengenal hingga saling mengenal tentunya semua warga desa bergotong royong untuk menyiapkan ritual manganan ini ,lalu dengan diadakan manganan juga memberi pembelajaran saling berbagi berhubungan dengan sikap yang timbul ketika mereka menerima makanan yang telah dibagi adalah rasa senang. Apa pun yang telah mereka terima tetaplah menunjukkan rasa kebahagiaan. Bukan perasaan menggerutu terhadap makanan tersebut  karena mereka merasa kemampuan orang berbeda dalam mewujudkan makanan untuk ditukarkan dalam acara manganan.

Tradisi yang bermacam-macam yang telah diwariskan nenek moyang sudah sepantasnya kita sebagai generasi penerus melestarikan tradisi tersebut, manganan sebagai sebuah tradisi yang memiliki aspek yang dipertanyakan mengenai cocok tidaknya manganan sebagai identitas Bojonegoro masih perlu dikaji lebih lanjut dan diperlukan tanggapan kritis dari warga Bojonegoro itu sendiri. Daripada secara paksa merubah sebuah tradisi yang mengakar kuat lebih baik merubah pemikiran dari pelaku tradisi itu sendiri, dalam artian warga desa yang kebanyakan melaksanakan manganan dengan cara non-Islami perlu diberi pemahaman lebih tentang melaksanakan tradisi dengan cara yang lebih baik. Dan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa manganan memiliki banyak dampak positif jadi lebih baik menstruktur ulang tradisi manganan agar tradisi yang sarat manfaat ini menjadi identitas Bojonegoro yang tidak lagi diragukan ataupun dipertanyakan kebenarannya.

http://hatta-tech.blogspot.co.id/2015/10/manganan-sebagai-adat-bojonegoro-yang.html

download-13 download-15

Watu Semar

Batu besar yang memiliki berat sekitar 80 ton akhirnya berhasil diangkat dari “persemediannya” dan dipindahkan ke Alun-alun Kota Bojonegoro untuk dijadikan sebagai prasasti. Batu yang memiliki ukuran panjang kurang lebih 4 meter, lebar 4 meter dan tinggi 3 meter itu dinamakan Batu Semar. Lantas bagaimana sejarahnya?

Secara tertulis memang tidak terdokumentasikan, bagaimana kemudian awal mula batu yang sebelumnya berada di kawasan Hutan ikut Dusun Bendotan, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro itu disebut dengan nama Batu Semar. Penyebutan itu secara “gepok tular” atau dari mulut ke mulut. Kemudian dikenal menyebar ke berbagai daerah luar Bojonegoro.

Mantan Kepala Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Suwito, mengatakan, menurut kepercayaan warga sekitar batu semar sudah ada sejak jutaan tahun silam. Diduga batu tersebut merupakan batu material dari Gunung Pandan yang berada tidak jauh dari lokasi. Sebelumnya Gunung Pandan merupakan gunung aktif yang sempat meletus.

“Mungkin juga karena bentuknya yang menyerupai tokoh pewayangan Semar kemudian mbah-mbah (orang tua,red) kita menyebut batu tersebut dengan kepercayaan batu semar,” terangnya, Rabu (07/01/2015).

Selain sebagai kepercayaan masyarakat sekitar bahwa bentuknya menyerupai dengan tokoh wayang Semar. Batu tersebut ditengarai juga memiliki hubungan spiritual dengan “penguasa” di Gunung Pandan, yakni Eyang Gendro Sari. Petilasan Eyang Gendro Sari saat ini dipercaya masih ada di Puncak gunung Pandan yang tingginya kurang lebih sekitar 897 meter diatas permukaan laut (MDPL).

“Antara puncak Gunung Pandan dengan Batu Semar ini seperti ada jalan pintas. Menurut kepercayaannya Mbah Semar sering berhenti di batu itu setelah dari puncak Gunung Pandan,” jelas Pria yang pernah menjabat Kepala Desa selama 15 tahun itu.

Batu Semar tersebut setiap malam satu Suro selalu ramai digunakan untuk melakukan ritual. Bahkan yang melakukan ritual banyak dari warga luar Bojonegoro. Tidak bisa dipungkiri, kata dia, benda apapun yang sudah ada jutaan tahun, maka tidak bisa lepas dari makhluk lain yang menghuninya. Sama halnya juga dengan Batu Semar. Sehingga untuk memindahkan batu tersebut sebelumnya dilakukan berbagai ritual baik dari kiyai maupun dukun.

“Mereka (paranormal,red) tidak hanya datang dari Bojonegoro, justru lebih banyak dari luar Bojonegoro. Mereka karena masih peduli mungkin dengan batu tersebut,” terangnya.

Mbah Wito, sapaan akrabnya menceritakan, sekitar tahun 1994 ada salah seorang kontraktor yang gila, ditengarai karena memindahkan batu tersebut tanpa melakukan ritual apapun. Pemindahan batu tersebut untuk proyek pelebaran jalan yang digarap oleh Kontraktor dari Ngawi.”Sampai saat ini orangnya masih setres,” ceritanya.

“Pemindahan batu ini juga mendapat restu dari warga sekitar. Saat akan dibawa ke Alun-alun, warga memberi salam kepada Batu Semar dengan melakukan iring-iringan mengendarai sepeda motor. Seakan mereka berkata “selamat jalan mbah semar” sambil melakukan salam hormat,” ceritanya.

Kenapa kemudian memilih batu Semar untuk dijadikan prasasti di Alun-alun? Filosofinya, dia menceritakan, Bojonegoro sebenarnya memiliki berbagai keunggulan yang komperatif, kemudian bagaimana menjadi ompetitif. Dari sini kemudian, potensi wisata dari daerah-daerah terpencilpun diharapkan mulai tergali. “Hal itu bisa berpotensi untuk penawaran brand suatu wilayah,” terangnya.

Sementara, Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan, Batu Semar memiliki arti filosofi yang tinggi. Semar yang merupakan tokoh Wayang asli Jawa itu, merupakan tokoh wayang yang menggambarkan seorang dewa yang menyatu atau “macak” rakyat. “Artinya rakyat itu juga dewa. Batu Semar tersebut akan menjadi prasasti di Alun-alun Bojonegoro yang menggambarkan tentang tekad untuk berprestasi,” terangnya.

Seperti diketahui Batu Semar tersebut akhirnya bisa dipindahkan ke Alun-alun Bojonegoro pagi tadi. Proses evakuasi hingga pengangkutan memakan waktu sekitar 20 hari. Beberapa kali truk dolie yang mengangkut batu tersebut mogok karena ukuran batu yang terlalu besar. Selain itu, jalan di Kecamatan Gondang maupun Temayang kondisinya banyak tanjakan. Sehingga butuh dua eskafator untuk mendorong truk dolie tersebut agar kuat saat tanjakan.

Pengangkutan batu tersebut juga menarik perhatian masyarakat. Sehingga tak jarang pengguna jalan maupun warga sekitar yang dilintasi langsung bergerombol untuk menyaksikan pengangkutan batu tersebut. Proses evakuasi hingga pengangkutan Batu Semar itu menelan anggaran sebesar kurang lebih Rp300 juta yang diambilkan dari dana hadiah yang di Peroleh Bojonegoro dari UNSDSN.

download-12http://m.beritajatim.com/gaya_hidup/228067/sejarah_batu_semar_yang_jadi_prasasti_di_alun-alun_bojonegoro.html

Kayangan Api

Api Abadi Kayangan Api

download-10 download-11

Adalah berupa sumber api abadi yang tak kunjung padam yang terletak pada kawasan hutan lindung di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Kompleks Kayangan Api merupakan fenomena geologi alam berupa keluarnya gas alam dari dalam tanah yang tersulut api sehingga menciptakan api yang tidak pernah padam walaupun turun hujan sekalipun.

Untuk menuju Lokasi wisata Kayangan Api dapat di tempuh dari Kota Bojonegoro arah selatan (Kira-kira 15Km), sesampainya di Pasar Kecamatan Dander belol ke kanan sudah banyak petunjuk menuju lokasi. Dijadikan sebagai obyek wisata alam dan dijadikan tempat untuk upacara penting yakni Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro, ruwatan masal dan Wisuda Waranggono. Tempat wisata ini telah dibenahi dengan berbagai fasilitas seperti pendopo, tempat jajanan, jalan penghubung ke lokasi dan fasilitas lainnya. Lokasi kayangan api sangat baik untuk kegiatan sebagai lokasi wisata alam bebas (outbound). Dan pada hari-hari tertentu terutama pada hari Jum’at Pahing banyak orang berdatangan di lokasi tersebut untuk maksud tertentu seperti agar usahanya lancar, dapat jodoh, mendapat kedudukan dan bahkan ada yang ingin mendapat pusaka. Acara tradisional masyarakat yang dilaksanakan adalah Nyadranan (bersih desa) sebagai perwujudan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa. Pengembangan wisata alam Kayangan Api diarahkan pada peningkatan prasarana dan sarana transportasi, telekomunikasi dan akomodasi yang memadai.

Menurut cerita, Kayangan Api adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Empu Supa atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Pandhe berasal dari Kerajaan Majapahit. Di sebelah barat sumber api terdapat kubangan lumpur yang berbau belerang dan menurut kepercayaan saat itu Mbah Kriyo Kusumo masih beraktivitas sebagai pembuat alat-alat pertanian dan pusaka seperti keris, tombak, cundrik dan lain-lain. Sumber Api, oleh masyarakat sekitarnya masih ada yang menganggap keramat dan menurut cerita, api tersebut hanya boleh diambil jika ada upacara penting seperti yang telah dilakukan pada masa lalu, seperti upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengkubuwana X dan untuk mengambil api melalui suatu prasyarat yakni selamatan/wilujengan dan tayuban dengan menggunakan fending eling-eling, wani-wani dan gunungsari yang merupakan gending kesukaan Mbah Kriyo Kusumo. Oleh sebab itu ketika gending tersebut dialunkan dan ditarikan oleh waranggono tidak boleh ditemani oleh siapapun.